Ujian Pandemi, Nahdliyin Nganjuk Diminta Sabar dan Istighfar

Nganjuk, NU Online Jatim

Sabar adalah sifat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW atas perintah Allah SWT karena memiliki keutamaan yang sangat besar. Diantaranya akan mendapat pahala besar, menggugurkan dosa, meninggikan derajat, menenangkan hati, melancarkan urusan dan membuka pintu surga.

Penegasan ini disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fattah Warujayeng, Nganjuk KH Moh Syamsuddin Al-Aly saat memberikan tausiyah dalam lailatul ijtima Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ngluyu, Jumat (17/09/2021). Acara dipusatkan di Mushala Mad Harjo, Ngluyu, Nganjuk.

Kiai Syamsudin menyebutkan, seseorang yang bersikap sabar segala persoalan yang dihadapi dapat terselesaikan dengan cepat dan tepat.

“Karena jika seseorang sedang amarah, kepala akan terasa panas dan tidak bisa berpikir jernih. Hati pun tidak bisa tenang, dan semuanya jadi berantakan,” terangnya.

Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo ini membagi sabar menjadi beberapa hal. Yakni sabar melaksanakan perintah Allah, sabar menjauhi larangan Allah, sabar ketika ditempa musibah, dan sabar ketika diterpa masalah.

“Jika seorang Muslim berada dalam kondisi tersebut, hendaknya ingat bahwa Allah SWT selalu menyertai hamba-Nya yang sabar dan mendengar semua doanya,” tuturnya.

Termasuk pandemi Covid-19, lanjut Kiai Syamsudin, adalah ujian dari Allah untuk meningkatkan derajat kesabaran hamba-Nya. Dirinya menilai, selain ikhtiar lahir, hal yang lebih penting adalah ikhtiar batin dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, ia pun mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, agar bersama-sama dapat merenungi musibah dari Allah dengan banyak membaca istighfar.

“Mari kita lebih banyak mendekatkan diri dan memohon ampun kepada Allah. Insyaallah di balik ini semua pasti ada hikmah yang besar,” pungkasnya.

Penulis: Hafidz Yusuf

Editor: A Habiburrahman

https://jatim.nu.or.id/read/ujian-pandemi–nahdliyin-nganjuk-diminta-sabar-dan-istighfar