Begini Cerita Petugas Puskesmas saat Terjadi Gempa di Blitar

Blitar, NU Online Jatim

Gempa berskala 6,2 magnitudo mengguncang Kabupaten Blitar, Jumat (21/05/2021). Gempa yang terjadi pukul 19.09 WIB tersebut berdurasi kurang lebih 15 detik. Tak ayal, guncangan tersebut membuat panik warga. Kepanikan tersebut juga dialami oleh petugas jaga dan piket malam di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Dian Amalia, Dokter Puskesmas setempat menjelaskan, saat gempa terjadi semua petugas yang piket malam segera menyelamatkan diri keluar ruangan. Mujurnya, petugas yang berjumlah dua orang tersebut tidak mengalami luka sedikit pun.

“Alhamdulillah, pada saat kejadian tidak ada pasien rawat inap. Sehingga tidak ada yang perlu dievakuasi. Pasien yang rawat inap sudah diizinkan pulang sejak sebelum kejadian,” ungkapnya kepada NU Online Jatim, Sabtu (22/05/2021).

Sementara, UPT Puskesmas Wates mengalami kerusakan sedang. Sebagian plafon runtuh dan tembok retak pada ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang lainnya. Hal tersebut membuat proses penanganan pasien harus dipindah ke gedung bagian depan yang masih baru dan aman.

“Karena dikhawatirkan terkena runtuhan plafon dan tembok yang retak, maka sementara ruang penanganan pasien dipindah ke tempat yang lebih aman,” jelas Dian, sapaan akrabnya.

Menurut keterangan Dian, setelah kejadian Rini Syarifah, Bupati Kabupaten Blitar beserta jajarannya langsung mendatangi Puskesmas Wates. Hadir pula tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP), baik dari kabupaten maupun provinsi, untuk melakukan assesmen dan pendataan kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Editor: A Habiburrahman

https://jatim.nu.or.id/read/begini-cerita-petugas-puskesmas-saat-terjadi-gempa-di-blitar